Gangguan Bipolar Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

 Gangguan Bipolar adalah salah satu penyakit yang menyerang psikis seseorang, yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, misalnya dari tiba-tiba bahagia menjadi murung.

Gangguan bipolar dapat diderita seumur hidup sehingga mempengaruhi penderita. Pemberian obat-obatan dan psikoterapi sangat berpengaruh.

image_title_here

Gejala bipolar

Sesuai namanya, gangguan ini memiliki dua periode, yaitu periode mania dan periode depresi.

Periode mania

Jika gangguan bipolar sedang dalam keadaan periode mania maka bisa menunjukkan gejala seperti:
  1. Sangat senang, bersemangat dan mudah tersinggung
  2. Gelisah
  3. Keinginan tidur menurun
  4. Bicara cepat
  5. Berfikir bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu
  6. Makan minum terlalu banyak
  7. Merasa sangat penting dan berbakat
  8. Sering membuat keputusan yang tidak realistis
  9. Percaya diri yang berlebihan

Periode depresi

Jika gangguan bipolar sedang dalam keadaan periode Depresi maka bisa menunjukkan gejala seperti:
  1. Sangat sedih,lesu dan putus asa
  2. Malas melakukan aktifitas
  3. Sangat gelisah
  4. Sulit berkonsentrasi
  5. Mudah lelah
  6. Sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan
  7. Merasa putus asa
  8. Susah tidur
  9. Berbicara sangat lambat
  10. Ada keinginan bunuh diri
Pada beberapa penderita terdapat periode normal antara episode mania dan depresi, namun ada juga yang mengalami perputaran cepat dari periode mania ke depresi atau sebaliknya.

Penyebab bipolar

Penyebab gangguan bipolar belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat faktor genetik. Selain itu, faktor lingkungan sekitar dan gaya hidup juga dapat menyebabkan seseorang terkena bipolar.
beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan bipolar, yaitu:
  1. Stress berat akibat kehilangan orang yg dicintai
  2. Pengalaman traumatik
  3. Kecanduan minuman keras atau obat-obatan NAPZA
  4. Penyakit tertentu yang tak kunjung sembuh
  5. Masalah pekerjaan atau keuangan
  6. punya riwayat keluarga yang mengidap bipolar

Pengobatan bipolar

Metode saat ini, yang dapat dilakukan untuk mengobati gangguan bipolar adalah pemberian obat-obatan dan juga psikoterapi. 
Pengobatan bertujuan untuk mengurangi frekuensi munculnya gejala, membantu penderita kembali beraktivitas seperti biasanya, dan menurunkan risiko mengalami gangguan kesehatan lainnya.

Obat-obatan 

Dokter biasanya memberikan resep obat-obatan, jenis resep yang biasa:
  1. Obat penyeimbang suasana hati, seperti lithium, lamotrigine, dan carbamazepine.
  2. Antikonvulsan, seperti asam valproat
  3. Antipsikotik, seperti aripiprazole, olanzapine, quetiapine, dan risperidone
  4. Antidepresan, seperti fluoxetine, escitalopram, dan sertraline

Psikoterapi

Untuk menangani gangguan bipolar, ada beberapa terapi yang bisa diterapkan:

Interpersonal and social rhythm therapy (IPSRT)

Terapi ini bertujuan mengatur pola aktivitas pasien sehari-hari, seperti waktu tidur, bangun, dan makan. Ritme aktivitas yang konsisten diyakini bisa mengendalikan gejala gangguan bipolar.

Cognitive behavioral therapy (CBT)

Tujuan CBT untuk membantu pasien dalam mengidentifikasi dan mengatasi perilaku atau kondisi yang dapat memicu timbulnya gejala gangguan bipolar.

Psikoedukasi

Dokter akan memberi tahu pasien hal-hal terkait kondisi yang dideritanya. Dengan begitu, pasien dapat mengidentifikasi penyebab munculnya gejala dan mencegahnya, sambil tetap menjalani pengobatan.

Komplikasi gangguan bipolar

Diambil dari penjelasan sebelumnya Komplikasi/permasalahan yang dapat terjadi akibat gangguan bipolar:
  1. Masalah keuntungan
  2. Kesepian atau merasa terisolasi dari lingkungan
  3. Penurunan prestasi di sekolah atau kinerja di pekerjaan
  4. Psikosis
  5. Penyalahgunaan NAPZA
  6. Terlibat dalam tindakan kriminal
  7. Percobaan bunuh diri

Pencegahan gangguan bipolar

Sampai saat ini, belum ada metode yang dapat mencegah gangguan bipolar. Namun, ada beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan untuk mencegah gangguan bipolar kambuh:
  1. Berhenti minum alkohol
  2. Tidak menyalahgunakan NAPZA 
  3. Minum obat sesuai resep dokter
  4. Mengontrol stress
  5. Belajar bersabar dan fokus pada hal positif
  6. Cukupi waktu tidur
  7. Konsumsi makanan yang bergizi dan seimbang
  8. Olahan Secara rutin